Monday, April 30, 2007

Aku dan Anakku di Luar Nikah


Minggu lalu, aku dan nyonya berulang tahun bersamaan. Ulang tahun pernikahan tentunya. Wuih, tak terasa hidup bersama telah dilalui sejak tahun 1998.

Lumayan lama. Namun jujur saja rasanya kami masih serasa pengantin baru. Eit, maksud aku bukannya kami masih sangat super romantis, atau main peluk di sembarang tempat dan waktu. Serasa pengantin baru itu artinya kami masih hobi bertengkar, saling ngambeg, atau saling adu argumen sampai urat di leher nongol hanya untuk memutuskan apakah AC mau dibersihkan hari ini atau besok. Hahaha…

Hari ini pikiranku melayang ke sekian tahun lalu saat musti menjalani ujian kanonik, semacam uji fit and proper test yang dilakukan pastor terhadap setiap calon pasangan pengantin katholik. Pastor punya hak veto untuk membatalkan rencana pernikahan bila menurut penilaiannya, pasangan calon pengantin punya masalah, baik secara keimanan maupun hubungan sosial.

Untungnya, pastor penguji sudah kukenal baik. Dia pun mengenalku cukup mendalam termasuk koleksi dosa-dosaku selagi masih lajang.

Singkat cerita, bertemulah aku, calon isteriku dan pastor Kirun (begitulah umat biasa memanggil dia) di salah satu gereja di Solo. Di sanalah ujian kanonik bakal digelar.

“Aku musti nanya opo, Nang?” tanya Pastor Kirun sesaat setelah aku duduk di salah satu ruang di pastoran. Aku nyengir walau nyengirku masih kalah lebar dibandingkan nyengirnya pastor Kirun. Lha apa lagi yang mau ditanya? Hampir semua rahasiaku sudah dikantonginya. Diam-diam aku malah tertawa geli, ingat saat masih suka jalan bareng dengan Pastor Kirun yang kala itu masih jadi frater alias calon pastor. Saat-saat dimana kepala kami pening karena kekurangan dana untuk bikin acara anak-anak di gereja. Saking peningnya, kami sempat mengendap-endap ke warung yang jual SDSB, mau nyoba keberuntungan. Siapa tahu tembus. Hahaha…

“Yo wis lah.” Kata Pastor Kirun dengan gerakan badan mengusir aku dari ruangan. “Panggil bojomu masuk.”

Aku ganti keluar. Calonku pun masuk. Karena ujian kanonik selalu berlangsung empat mata, akupun duduk jauh di luar. Kebetulan memang tidak ada kursi di sekitar ruangan itu.

Apa yang ditanyakan Pastor Kirun kepada calon isteriku? Ini dia penuturan calon isteriku sambil dia mengelap keringat sebesar jagung yang meleleh di pipinya yang memerah padam:

“Halo..” sapa Pastor Kirun sambil menyalami calon isteriku.
“Ya, Romo. Halo juga.” Sahut calon isteriku.
Pastor Kirun berbasa-basi sebentar sebelum akhirnya memasang wajah serius.
“Dulu.., calon suamimu dan aku cukup akrab. Bahkan Anang sering tidur di pastoran. Kamu cukup mengenal dia?”
“Yah lumayan, Romo. Kami pacaran sekitar enam tahun.”
Pastor Kirun manggut-manggut. Cukup lama dia tidak berkata apa pun. Calon isteri saya tahu, kalau pastor di depannya memandam sesuatu.
“Kenapa, Romo?”
Pastor Kirun memandang calon isteri saya lekat-lekat.
“Kamu cukup mengenal teman-teman calon suamimu? Termasuk cewek-cewek yang dulu dekat dengan dia?” tanya Pastor Kirun hati-hati.
Calon isteriku tersenyum kecil. “Iya, Romo. Saya juga tahu kalau dia sudah ngentek-entekke (jawa= menghabis-habiskan) cewek mbuantul…”
Rupanya Pastor Kirun tidak tertarik dengan seloroh itu. Mimiknya makin serius.
“Anang juga cerita tentang si Bella Saphira (* nama samaran, tentu saja) ?”
“Yang anak fakultas Sastra, ya Romo? Kalau yang itu saya tau. Dia cewek sebelum saya…”
Pastor Kirun mengangguk.
“Kamu juga tahu kalau Bella Saphira sekarang punya anak?”
Calon isteriku mengangguk pelan. Kepalanya dimiringkan menanti kata-kata pastor berikutnya. Ada apa, sih romo? Teriaknya dalam hati!
“Setiap orang punya masa lalu, termasuk calon suamimu. Dan seringkali masa lalu itu bisa mengganggu janji pernikahan yang satu dan tak terceraikan…, jadi…”
“Jadi maksud Romo, anak itu adalah anak…”
“Gereja katholik memang keras soal larangan perceraian karena itu pikirkan lagi rencana kamu untuk…”
“Mo, bener ya anak itu …” Calon isteriku makin memucat wajahnya…
Pastor Kirun melempar senyuman. “Satu.. kosong…. Hahaha….” Pastor Kirun tergelak. Tubuhnya yang tambun terguncang-guncang.
Dasar Kirun! Sejuta topan badai buat kamu! Calon isteriku masih terlihat sangat senewen walau kini tersenyum lebar…
“Lha piye tho…, jare sudah kenal lama, sudah mantap. Lha kok baru segitu sudah mewek.. (mau menangis)….”
Calon isteriku tersipu. “Lha Romo juga tega buanget ngerjain aku… Eh, tapi anak itu siapa sebenarnya bapaknya…?”
“Lha embuuuh…!” sahut Pastor Kirun seenaknya.
Dasar!

(jujur saja, kisah ini sudah saya hiperbolakan. Selain agar anda betah membaca hingga titik terakhir, juga supaya citra diri saya tidak anjlok terlalu dalem… hahaha….)






original post by anang, yb

Sunday, April 29, 2007

Sisi Lain Tukang Ojek


Macam mana tukang ojek di pikiranmu?
Ugal-ugalan? Wajah memelas? Dekil? Jaket bau keringat menyengat?

Okey.. Tidak salah. Memang rata-rata tukang ojek seperti itulah adanya.
Nah, beberapa hal berikut ini moga-moga memperkaya kamu tentang sosok seorang tukang ojek:

a. Pakaian
Dalam segala keterbatasannya, tukang ojek pun pingin tampil tidak apa adanya. Pakai sepatu selalu agar lebih menawan. Tukang ojek yang paham, menabukan memakai pakaian warna gelap/ hitam-hitam. Rejeki seret, katanya. Penumpang ogah mendekat karena warna hitam cenderung dianggap orang jahat, gitu.
Demikian pula dengan celana jeans. Celana jenis ini juga jarang dipakai, karena berkesan orang ugal-ugalan. Sedapat mungkin mereka memakai celana "licin" seperti orang kantoran.

b. Penghasilan
Rata-rata 100ribu per hari. Mosok? Yap! Tapi ini khusus tukang ojek yang mangkal di mulut pintu tol. Itu juga musti ugal-ugalan, selip sana-sini, pasang badan di depan bis yang melaju, dan tidak takut ditabok popor senapan milik Brimob yang suka jaga di pintu tol.
Yang rada kalem, bisa dapat 20-35ribu per hari, dengan jadual mangkal dari jam 5 sore hingga 7 malem. Tidak perlu selip sana sini. Cukup mangkal, duduk di sadel dan tebar pesona dengan senyum manis.

c. Tarif
Termurah tiga ribu perak. Tampaknya ada korelasi antara waktu tempuh dengan tarif. Untuk jarak dari pinto tol Bekasi timur ke perumahan Pondok hijau tarifnya tiga ribu saja. Karena cepat, paling tiga menit sudah sampai depan rumah.
Untuk menuju ke Perumahan Dukuh Zamrud ongkosnya 15ribu rupiah, waktu tempuh 15 menit.
Jadi satu menit seribu perak ya..?

d. Latar belakang
Di Jabotabek, sebagian besar tukang ojek adalah pendudk asli yang tidak punya lagi tanah garapan. Rata-rata karena sawah dan kebun sudah terjual untuk lahan perumahan.
Ada juga pendatang yang ikut mengadu nasib menjadi tukang ojek, walau sejatinya bukan profesi ini yang diimpikan saat meninggalkan kampung halaman.
Beli motor -saat ini- sedemikian gampangnya. Bahkan rata-rata dapat kredit tanpa uang muka. Tidak mutlak harus punya SIM.

e. Legalitas
Ojek bukan moda transportasi yang direstui UU. Tapi susahnya minta ampun untuk diberantas. Tukang ojek tidak disiplin? Yang ini mah sudah tahu sama tahu. Profesi apapun di negeri ini selalu dilekati dengan cerita tentang ketidakdisplinan.
Polisi yang paling sering dibuat naik darah. Untuk membuat kapok tukang ojek yang 'pecicilan' (sraduk-sruduk) banyak cara dilakukan polisi. Mulai dari menyuruh push up, menyanyi Indoensia Raya di perempatan jalan hingga yang lagi trend adalah mengisi tangki bensin tukang ojek dengan air comberan... Apa tukang ojek lantas jadi kapok?
Hehe.. tanya deh pada rumput yang bergoyang....
original post by anang, yb

Wednesday, April 25, 2007

Cosa Sudah Diwawancarai


Cosa Aranda makin berkibar saja. Peblogger yang hobi berbagi ilmu ini baru saja diwawancarai jurnalis Radio Singapore International siaran bahasa Indonesia.

Hmm, siapa sih Cosa?

Ah, dia bukan siapa-siapa. Bukan selebritis bukan pula anggota dewan, bukan pula dekan di Jatinangor. Dia masih sekadar peblogger. Orang yang memilki konsistensi untuk menulis secara berkala lewat blog. Untungnya tulisan dia bukan sekadar deretan hahahihi layaknya blog ABG, bukan pula sederet puisi yang hanya dimengerti oleh penulisnya, bukan pula sekadar kumpulan lirik lagu pemancing dollar lewat Adsense.

Cosa menulis tentang dunia internet marketing. Dan itu disuka banyak orang, lebih-lebih karena Cosa seolah tanpa beban berbagi ilmu begitu saja, dan itu membuat orang makin suka.

Cosa yang dulunya bukan siapa-siapa kini lebih tenar. Berkat blog? Yap! Berkat karya tulis? Tentu saja…

Minggu lalu seorang wartawan dengan susah payah mencari rumah saya yang berada di pelosok Bekasi. Konon dia tertarik dengan salah satu tulisan saya di blog ini. Tulisan tentang ponsel yang saya pakai bertualang di Natuna.

“Mas, saya pingin denger cerita tentang ponsel yang paling disuka para petualang,” kata dia lewat telepon sehari sebelum dia datang ke rumah. Oke. Kami pun janjian.

Ini kali kedua saya didatangi wartawan karena sesuatu yang saya tulis. Sekian tahun lalu, gara-gara artikel saya tentang GPS dimuat di Kompas saya dikontak redaksi majalah KomputerAktif (alm). Senang juga bisa ngobrol panjang lebar plus mempraktekkan GPS di atap gedung Kompas-Gramedia di Jl. Gajah Mada, Jakarta. Dan, jadilah tema GPS sebagai laporan utama di KomputerAktif minggu berikutnya.

Jadi? Tekuni saja hasrat menulis via blog. Teruslah berbagi cerita, berita dan kata. Biar banyak orang makin suka.


original post by anang, yb

Saturday, April 21, 2007

PILKADA: jadi Kunci ataukah (masih) Sekadar Gantungan Kunci ?


Bulan lalu saya kehilangan satu kesempatan memperoleh pengalaman baru, jadi panitia pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) di "kampung" saya.

Bukan cuma kesempatan jadi panitia yang menguap, tapi juga kesempatan dapet honor panitia yang (konon) nilanya (saat diterima panitia hanya tinggal) seratus ribu rupiah.
Saya cukup rajin ikut coblosan, termasuk saat milih presiden. Saat itu saya begitu menggebu mensukseskan pemilu sampai-sampai saya tidak mau berlama-lama di bilik pencoblosan. Kasihan yang ngantri di belakang. Jadinya -biar cepat- kartu suara tak perlu saya buka lipatannya. Bluzzz! Tembuslah kartu suara. Ibarat pepatah menggunting eh.. mencoblos dalam lipatan.
Sayangnya, yang begitu tidak bisa saya praktekkan saat Kab. Bekasi ada pilkada. Saya pas melanglang buana di Kepulauan Natuna.

Apakah saya menaruh harapan pada hasil pilkada di Bekasi? Sebetulnya iya, tapi tidak banget-banget.
Saya belum begitu yakin: apa bisa pilkada menjadi KUNCI pembuka pintu menuju Indonesia yang lebih manusiawi, elegan, adil, termasuk menghargai hak-hak saya yang sering dianggap warga minor?
Apa iya, kalau pilkada sukses, dana Bantuan Operasional Sekolah nantinya bisa dicairkan kepala sekolah tanpa disunat orang-orang dinas pendidikan Kabupaten?
Apa iya, nantinya ijin mendirikan rumah ibadah (apapun) bakal semudah ijin mendirikan rumah bilyar?
Apa iya, tidak ada perda aneh-aneh yang bakal bertelur seusai Bupati baru dari partai hitam putih dilantik?

Hemm, bila pilkada tidak juga membawa perubahan yang berarti, itu berarti pilkada barulah sebatas GANTUNGAN KUNCI, asesoris pemanis perjalanan negeri.

original post by anang, yb

Thursday, April 19, 2007

“ngadutrafik 2007″ ulah kegatelan webmaster!


Ngadu jangkrik mah udah biasa sejak jaman nenek moyang. Ngadu rakyat juga udah rutin tiap masa kampanye.
Lha, lantas apaan tuh “ngadutrafik 2007″ ? Semacam balapan di macetnya trafik jalan jakarta?
Jelas ndak to ya...
Ngadutrafik 2007 itu -dengerin nih- semacam lomba adu balap karung di jagad maya.
Kontes ini bakalan ngadu web atau blog. Siapa yang nangkring di urutan paling wahid di search engine, dialah yang bakal dapat hadiah. Bener gitu ya?
Kenapa kontes ini disebut “ngadutrafik 2007″ ? Bisa jadi biar tidak menyinggung perasaan Pedangdut A Rafiq. Soalnya konon kata sahibul hikayat, awalnya kontes ini dinamakan "ngaduArafik 2007".
Gimana kamu?
Gatel juga mau ikutan ngadu trafik ? Ikut aja mumpung gretong.
Oh ya, dosen dan rektor di Jatinangor boleh juga ikutan “ngadutrafik 2007″ kok. Lumayan buat menyalurkan hobi nonton adu fisik mahasiswa!

original post by anang, yb

Wednesday, April 11, 2007

Di internet Anda bisa menemukan banyak tips: mulai dari cara meracik bom hingga mewujudkan kebebasan finansial, konon.


Harian Warta Kota edisi kamis (29/3) menurunkan berita heboh di jagat internet. Sebuah surat elektronik “aneh” beredar di Jakarta. Sang pengirim yang memakai alamat pembunuh @ telkom.net menawarkan jasa membunuh. Dengan kata lain, si pengirim menyatakan dirinya pembunuh bayaran.

Tertarik? Kalau ya, silakan pilih metode yang paling sreg menurut anda: ada modus perampokan, kecelakaan, atau pakai cara tradisional semacam racun.
Biarpun bisa jadi ini sekadar ulah iseng seseorang, tapi tetap saja membuat gerah polisi. Konyolnya, polisi musti memutar otak lebih kencang lagi karena harus mencari delik pidana yang pas untuk kerjaan orang iseng ini. KUHP belum mengatur soal tawaran membunuh orang lain. Hemm, ribet juga ya…

Di awal tahun 2000 –saat Yahoo! masih menjadi mesin pencari teratas- saya menemukan artikel tentang cara meracik bom lewat yahoo! Wow asyik dong! Yap, setidaknya saya menemukan hal baru yang (entah kapan) bisa dicoba. Dari sekian banyak resep membuat bom, ada satu model bom yang sedemikian gampang dibuat.

Namanya bom disket. Bahannya cuma disket, pemulas kuku warna transparan/bening, dan serbuk korek api yang diserut dari pentol korek.
Silakan dikira-kira sendiri cara bikinnya. Saya sih masih hapal luar kepala. Yang jelas dijamin komputer bakal buummm… begitu dia berusaha membaca isi disket.

Tapi sudahlah, tidak perlu terlalu paranoid menghadapi perkembangan internet. Ingatlah pesan Bapak pembangunan kita, H.M. Soeharto: ojo kagetan, ojo gumunan. Jangan gampang kaget, jangan pula gampang terheran-heran.

Memang begitulah watak internet: Alamada. Apa lu mau, gua ada. Tinggal gunakan google atau yahoo! dan dalam sekejap anda bisa menemukan apa yang anda cari. Mulai dari resep masakan, resep bikin bom, resep awet muda, resep memikat lawan jenis, dan… resep mencapai kebebasan finansial selekas mungkin.
Nah, untuk resep yang terakhir itu, Jennie S. Bev -penulis buku bestseller Rahasia Sukses Terbesar- siap berbagi ebook yang tentunya gratis manis. Judulnya rada-rada MLM-minded, Mindset Sukses Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial

Oke. Bila internet anda kini lagi online, gerakkan saja mouse Anda. Mau nyoba ngontak pembunuh bayaran, nyari tips meracik bom atau subscribe ebook karangan Jennie ? Monggo mawon. ALAMADA!

original post by anang, yb

Saturday, March 24, 2007

Ekspedisi Monitoring Terumbu Karang Kep. Natuna, Indonesia

Video perjalanan ke Natuna yang saya pajang di sidebar konon tak bisa dibuka pakai Internet Explorer. Benarkah? Saya sendiri ngak begitu paham kenapa-kenapanya. Mungkin ada opsi buat nampilin video di internet explorer dimatikan ya?
Atau mau coba pakai Mozilla Firefox ? Sudah sejak lama saya pakai Mozilla Firefox, dan nyatanya video bisa nongol dengan baik... Pakai Mozilla terasa banget bedanya dibandingkan sewaktu masih setia dengan Internet Explorer. Yang Pasti, Mozilla lebih wuuz dibandingkan browser bawaan Microsoft tsb.
Buat yang mau coba-coba pakai Mozilla firefox, silakan download. Ada link-nya di sidebar. Mumpung masih gretong... :D


original post by anang, yb

Tuesday, March 20, 2007

Di Natuna saya membawa dua alat penunjuk arah: GPS dan Buku “Rahasia Sukses Terbesar”

Ada belasan titik lokasi terumbu karang yang harus kami amati. Semuanya –tentu saja- berada di dasar laut. Bukan perkara gampang untuk mencapainya. Laut seringkali dan lebih sering tidak bersahabat. Gelombang setinggi 2 meteran, angin kencang, dan perahu yang tidak stabil membuat kami harus pandai-pandai meniti laut.

Garmin tipe 76CSx cukup dapat diandalkan. Simpel, mudah dioperasikan, layar display lumayan lebar, dan memiliki akurasi hingga 4 meter.

Biarpun seringkali kami tidak mematuhi arah navigasi GPS (karena kami musti memutar menghindari jebakan batu-batu karang yang dangkal), GPS tetap kami genggam. Setidaknya ketika target lokasi sudah masuk radius 500 meter, pandangan kami makin lekat ke layar display.

Hitung mundur saat mendekati titik tujuan dari 500 meter ke 400, 200, …. 50…30..10 hingga 0 meter menjadi saat-saat mendebarkan, menegangkan dan tentu saja mengasyikkan. Kegembiraan makin tergenapi bila tim penyelam dapat menemukan tanda-tanda yang dipasang di lokasi tersebut dua tahun silam, walau mungkin hanya tersisa satu patok dan seutas tali pendek berlapis lumut di dasar laut. Lega sekali!

Inikah rasanya sukses terbesar?


Bagi saya –yang sudah terkontaminasi radioaktif yang terpancar lewat buku “Rahasia Sukses Terbesar”- setiap detik bisa berarti sukses terbesar. Karena sukses adalah mindset, bukan tujuan. Mindset yang mengalir dari resep sukses terbesar nomor satu: BERSYUKUR.

Mensyukuri setiap kesempatan dan kepercayaan yang sudah diulurkan orang lain kepada kita lewat kerja yang sungguh-sungguh, profesional, dan siap memberikan hasil terbaik. I do my best every chance I have.

Mensyukuri setiap hasil yang bisa genggam lewat usaha terbaik di dalam kekurangan kita. Be the best that I can be within my limitations.

Jennie S. Bev lewat buku karangannya “Rahasia Sukses Terbesar” telah menjadi alat navigasi saya dalam menjalani profesi geografer secara self employed. Perjalanan meniti profesi tahun demi tahun tak ubahnya seperti mencari lokasi terumbu karang: dihadang gelombang, angin kencang, dan hamparan batu karang yang tiba-tiba menyembul.

Setidaknya, saya merasa cukup dekat dengan Jennie karena beberapa percik pikirannya sealiran dengan prinsip saya. Ini dia beberapa diantaranya:

a. “semakin banyak saya membagi yang saya punya, semakin banyak pula berkat yang saya punya.”
b. “saya tidak percaya kepada mencari jalan. Sebaliknya saya mengkonstruksi jalan hidup saya sendiri”
c. ‘ketika saya bekerja, saya bermain. Ketika saya bermain, saya bekerja.”
d. ‘tinggalkan ajaran untuk merangkak dari bawah. Berpikirlah out of the box: Saya memulai dari atas!”

Ah, sudahlah. Tulisan ini terlalu panjang untuk sebuah blog bila diteruskan. Yang pasti, 12 hari di Natuna, di ransel biru saya selalu terselip dua alat navigasi. Satu bikinan Garmin dan satu lagi dari Jennie. Berkat keduanya jalan saya lebih terpandu.

Tetap semangat!


original post by anang, yb

Sunday, March 18, 2007

Menggenggam K750i saat Bertualang di Natuna



Ponsel Sony Ericsson K750i yang saya tenteng selama di Natuna ternyata lumayan handal.
Upss, sori! saya tidak sedang bersombong ria, karena ponsel ini tidak lagi mahal. Di pasaran, ponsel ini bisa ditebus dengan merelakan duit 1,5 jutaan (dulu sih awalnya 2,5 jutaan).
Kenapa saya suka ponsel ini? Ini dia beberapa manfaat yang saya peroleh:
- Ada lampu flash light yang bisa dijadikan sebagai lampu senter. Lumayan cemerlang cahayanya. Saat nginap di kampung nelayan yang minim lampu, ponsel ini lumayan membantu untuk meniti jalan menuju kamar kecil. Juga saat membetulkan kompresor pengisi tabung selam.
- Flash light bisa juga disetel sebagai lampu SOS. Aktifkan, dan lampu akan berkedip sendiri sesuai kode SOS
- Ada speaker. Lumayan kenceng untuk menandingi suara mesin kapal yang bikin pekak telinga
- Dilengkapi eksternal data card.
- Video yang dihasilkan lumayan bagus. Saya bikin 70-an video 10 detik, dan belum ada tanda-tanda kalau memory sudah full.
- Lensa kamera berpenutup. Dijamin nggak banyak debu ataupun air laut asin yang memerciki lensa.
- Desainnya kecil, warna hitam. Mudah dikantongin. Model tidak "jadul"
- Fasilitas lainnya ya standar saja: ada game, radio, MP3 player, modem, GPRS, infrared dll.
Tertarik ?
original post by anang, yb

Balik lagi ke peradaban METRO


Akhirnya jalan-jalan bareng "tim kompak dan bersahabat" dari COREMAP berakhir sudah.
Sudah menggumpal di otak sederet kisah seru, unik, maupun yang biasa-biasa saja. Ada juga video perjalanan yang maunya saya pajang di blog.
Tapi saya musti bersabar karena akses internet jadi repot karena musti balik lagi ke warnet, kemarin sebelum berangkat, langganan Speedy saya off-kan dulu.
Setidaknya ada 7 tulisan yang saya buat selama mengisi hari-hari di Kepulauan Natuna. Ada artikel yang khusus untuk koran anak-anak, ada pula yang sekadar buat blog.
Thanks untuk Ibu Jennie. Buku Anda menemani hari-hari saya di laut Natuna..

original post by anang, yb

Monday, March 05, 2007

Pamit sementara waktu...

Lewat blog ini, saya membiasakan diri untuk rutin berbagi cerita setidaknya tiga posting setiap minggunya..
namun karena tuntutan mencari nafkah, maka untuk 12 hari ke depan (terhitung mulai selasa 6 Maret) saya off dulu.
Kebetulan ada rekan yang mengajak saya melakukan survei ekosistem terumbu karang di perairan kepulauan Natuna.
Moga-moga selepas survei saya bisa berbagi cerita unik.
Bye, bye..

original post by anang, yb

Friday, March 02, 2007

Ada Crayon karena saya tidak merokok



Tiga hari lalu istri saya membeli crayon. Cuma sepuluh ribu tapi kualitasnya lumayan bagus. Kebetulan Gramedia sedang memberikan diskon.
Peristiwa kecil ini justeru membuat saya mensyukuri satu hal: untung saya tidak merokok.

Yah. Sepuluh ribu setara dengan sebungkus rokok enak atau satu setengah bungkus rokok rasa biasa. Dan... seharga itulah berjuta-juta orang Indonesia melepaskan uangnya untuk memenuhi kecanduan akan rokok. Nggak peduli semiskin apa mereka, rokok wajib dibeli.

Sepuluh ribu rupiah bisa membuat anak lelaki saya (yang dua tahun umurnya) lebih jinak dari biasa. "Justin bikin pe-er dulu yaaaa..." teriak dia setiap mau mewarnai buku.

Saya jadi berandai-andai: betapa bakal cerdas dan makmurnya negeri ini bila masyarakatnya mau mengalihkan uang rokok untuk hal yang lebih beradab!

JIka sepuluh ribu per hari, maka dalam hitungan satu bulan anda punya uang 300ribu rupiah!
Apa yang bisa anda perbuat dengan uang tiga ratus ribu rupiah dalam sebulan ?
Ini dia sekian banyak alternatif yang bisa anda pilih setiap bulannya:

a. membeli sekaligus 4 buku bestseller: CHANGE! - Rhenald Kashali, Financial Revolution- Tung Desem Waringin, Rahasia Sukses Terbesar - Jennie S. Bev, Menjadi Entrepreneur Sukses - Purdi E. Chandra

b. Membeli sekaligus 5 seri buku Robert Kiyosaki

c. Tamasya sekeluarga dengan menginap satu malam di hotel Pakuan Bogor

d. Membayar les renang plus les sempoa

e. Berlangganan sekaligus: KOMPAS, Nasional Geografi Indonesia, Nova, Bobo, Girls, DAN Sedap Sekejap

f. Berlangganan speedy sebesar 1GB sehingga anak anda, isteri anda dan Anda semakin cerdas dan berwawasan luas

g. Kredit motor bebek

h. Tiap minggu menonton bioskop dengan pasangan tercinta

i. Membeli 150 buku ( 10 ribu dapat lima buku) di bursa buku murah KKG (Kelompok Kompas Gramedia ---> buatlah perpustakan di perumahan Anda.

j. Membiayai/menjadi orang tua asuh dari 6 orang anak SD

k. Sekali sebulan, silakan sholat jumat di musholla di daerah terpencil (atau ikutlah misa di kapel paling sederhana yang pernah anda temui) dan masukkan uang 300 ribu di kotak sumbangan... Dan anda akan paham betapa berharganya uang rokok anda bagi sesama !

(punya inspirasi lain tentang membelanjakan uang rokok ? tuliskan di bagian komentar di bawah ini! )

original post by anang, yb

Thursday, March 01, 2007

Harus Baca: Kristen Itu (Agama) Brisik, Islam Apalagi!

Huaahhaha...
Saya ngakak sampai perut mules baca cerita Mas Murtajib!
rasanya kecepetan bacaku yang 10 kata per detik masih terlalu lelet untuk segera baca ujung cerita: koyo opo yo ending-e ?
Gendeng tenan...! Judul ceritanya aja sudah bombastis,
persis kayak headline koran Lampu Merah.
Biar sama-sama mules, silakan baca cerita yang saya acungi empat jempol:
Kristen Itu (Agama) Brisik, Islam Apalagi!

UPDATE: UUPSS SORRY. SI PEMILIK CERITA TELAH MENUTUP AKSES.

Wednesday, February 28, 2007

Love and Romance in Cibitung



Barusan nengok situs Ebooks gratisan hati ini rasanya mau ngakak...
Situs tersebut aku pasangain iklan friendfinder berupa Banner ajakan bergabung. Jujur saja aku nggak paham soal script.
Nggak tahunya teks pada banner tersebut bisa mendeteksi asal visitor dan otomatis pula nama lokasi muncul pada teks banner.
Karena aku browsing dari Bekasi makanya yang muncul "Love and Romance in Cibitung" hahaha...
Apa kalau aku klik situs Ebooks gratisan dari Solo BAru, tulisan yang muncul menjadi "Love and Romance in Sukoharjo" ? ;)

100% Inisiatif korupsi suap berasal dari pengadilan


Kompas (28/2/2007) Melansir laporan hasil survei Transparency International Indonesia (TII) tentang perilaku korupsi di negeri zamrud kathulistiwa.

Sayangnya berita Kompas ini tidak ada nilai beritanya sama sekali. Ibarat melaporkan kalau rambu yang berupa huruf S dicoret berarti dilarang berhenti!

Semua orang sudah tahu!

Coba simak fakta yang dipaparkan Kompas ini: manakah yang anda belum tahu?

Fakta 1: 100 persen praktik suap yang terjadi di pengadilan inisiatifnya justeru datang dari pihak pengadilan

Fakta 2: Pengusaha selalu dimintai uang pelicin dalam berinteraksi dengan institusi publik

Fakta 3: Instansi yang menempati peringkat tertinggi terjadinya praktik suap adalah peradilan, polisi, dan tentara

fakta 4: ..........

Manakah dari fakta-fakta tersebut yang belum anda tahu ?

(merindukan indonesia yang tidak seperti yang saya tahu....)

--> biar tidak bias (karena saya mengutip Kompas yang mengutip TII) silakan baca saja tulisan selengkapnya....

Monday, February 26, 2007

Satu em buat pak bupati


Terpancing oleh tulisan Irma tentang Dagelan para birokrat, saya jadi ingat kejadian lima tahun lalu.
Waktu itu saya masih menyandang label sebagai pedagang GPS (Global Postioning System). Suatu ketika ada seseorang dari Kalimantan mengontak saya. "Tolong saya dibantu presentasi, Mas. Kebetulan ada prospek bagus disini. Pimpronya gampang diatur kok, biasalah orang pemerintahan" katanya.

Ya sudah. Berangkatlah saya.

Karena saya sekadar membantu presentasi, maka saya tidak peduli soal harga. Kebetulan partner yang satu ini juga baru saya kenal. Lirik punya lirik, saya ngeh juga kalau harga penawaran sudah di-mark up dengan mantap. Dari harga nett 2 milyar disulap jadi jadi 3 milyar! tapi ini sudah lumrah kok. Biasanya 40% dari uang proyek musti "dikembalikan" ke pemilik proyek. Tapi itu dulu lho... Sekarang nggak lagi kok... Maksudnya NGGAK CUMA 40% ! Dulu yang perlu diberi amplop cukuplah pejabat pemegang proyek. Sekarang? orang DPR dan orang partai hampir selalu minta jatah!

Balik ke cerita yang tadi.

Malam sebelum presentasi saya menginap di mess yang dimiliki kantor pemerintah tersebut. Jam sembilan malam pintu kamar diketok. Saya diajak keluar untuk ngobrol dengan utusan pak bupati.

Ngobrol sana-sini akhirnya berujung pada uang proyek. "Maaf, pak," kata utusan pak bupati dengan santun. "Kalau tidak salah nilai proyeknya sudah dibikin jadi tiga em ya?".
Partner saya mengangguk mantap. Tampaknya dia sudah paham bahasa tubuh utusan bupati itu.
"Hmm, begini, pak. Saya dipesan pak bupati. tolong diusahakan bagaimana caranya, pak. Ya istilahnya, nitiplah sedikit untuk pak bupati." kata sang utusan.
"Berapa?" tanya partner saya singkat.
"Cukup satulah, pak.."
"Maksudnya satu juta? atau sepuluh ?"
Sang utusan tampaknya agak kesal melihat reaksi partner saya yang sok bloon.
"Tentu saja satu em, pak." kata utusan pak bupati agak keras.
Gubraak... rasanya saya mau pingsan saja! Enak bener minta jatah satu em! Sejuta badai buat birokrat Indonesia!

(happy ending: proyek akhirnya gagal karena ada makelar lain yang memberi upeti lebih gila! Syukur padamu ya Tuhan...)

Sunday, February 25, 2007

Paskah Macam Apa yang Kau Mau ?


Lagi-lagi Paskah! Ritual yang selalu berulang setiap tahun.

Anda punya rencana apa untuk paskah tahun ini? Mungkin rencana anda tidak jauh beda dengan kebiasaan sebelumnya: ikut pendalaman iman di lingkungan (bila tidak hujan dan tidak ada acara lain), pantang makan ayam (karena takut flu burung), mengisi amplop APP sekedarnya... dst dll..

Tentu saja tidak ada yang salah dengan rencana di atas. Tapi bila Anda ingin sesuatu yang LEBIH, mengapa Anda tidak ingat akan hal yang satu ini: Paskah menuntut TINDAKAN NYATA !

Ya, mari wujudkan rasa syukur kita dengan melakukan sesuatu yang bisa dirasakan orang lain.

Lantas, kira-kira kegiatan apa yang paling dibutuhkan dan bermanfaat untuk sesama kita? Apakah ramai-ramai mengunjungi panti asuhan dengan menyewa bis seharga 1 juta? Atau membagi berkarung-karung beras? Atau cukup dengan merebus telur dan mengundang anak-anak untuk mencarinya?

Ataukah justeru di sekitar rumah Anda ada umat Tuhan yang kedinginan saat hujan, perut koroncongan saat anda tak sanggup lagi menghabiskan makan malam ? Apa yang bisa Anda perbuat untuk orang-orang seperti mereka ?

Sejatinya ada Tuhan yang akan merasa tertolong bila kita:
- mau berbagi jaket untuk tukang ojek yang menggigil kedinginan di pinggir jalan,
- mau berbagi seteguk air minum untuk tukang sampah yang setia mengangkat sampah kita,
- mau merelakan snack sisa rapat untuk office boy kita,
- mau bersapa dengan satpam di tengah malam walau hanya sekali sebulan,
--- Sebab Tuhan ada di dalam diri orang yang menggigil kedinginan, tercekat tenggorokannya menahan haus, maupun di dalam orang yang kesepian ...!

Jurus bertahan hidup di laut setelah musibah


Levina I walau sudah menjadi bangkai masih juga minta korban. Yah, musibah bisa menimpa siapa saja, tidak peduli apakah anda seorang wartawan yang sedang meliput di laut, geografer yang sedang survei di rawa, atau apapun profesi anda.
Berikut ini sedikit tips bertahan di laut bila anda terlanjur mendapat musibah di sana. Materi tulisan saya kutip dari majalah INTISARI edisi Desember 2006.

Jurus Bertahan Hidup di Laut:
a. Jika terjadi sesuatu pada pesawat atau kapal yang Anda tumpangi, usahakan berenang menjauh, terutama jika terjadi ledakan dan api. Menjauhlah dengan melawan arah angin. Jika di permukaan air terdapat banyak api, berenanglah ke dalam air.

b. Selain pelampung, kita dapat menggunakan barang-barang yang dapat mengapung. Biasanya terdapat plastik seperti jerigen atau dry box yang telah dikosongkan.

c. jangan panik dan jangan membuang tenaga. Berat jenis tubuh lebih rendah dari air laut sehinga kita akan lebih mudah mengapung. Ketakutan hanya akan membuat kita cepat tenggelam dan napas terburu-buru akan membuat air mudah tertelan. Bernapas yang dalam justeru membuat tubuh lebih ringan.

d. Agar dapat tetap mengambang, usahakan selalu berpegangan pada barang-barang yang jadi tumpuan. Jika permukaan air relatif tenang, dengan mencelupkan kepala ke dalam air dan merentangkan tangan akan membuat tubuh lebih ringan

e. Walau ada yang mampu bertahan hidup dengan meminum air laut dalam jumlah tertentu, hal itu sebaiknya jangan ditiru. Air laut dapat menyebabkan dehidrasi.

f. Tetaplah menggunakan sepatu untuk mencegah luka, kecuali sepatu boot yang justeru akan menyimpan air dan memberatkan gerakan.

g. Jika bagian tubuh terasa kram, usahakan memencet area tersebut dengan jempol atau telapak tangan. Akan lebih baik jika ada orang lain yang bisa menolong. Beri tekanan di bagian yang kram lalu renggangkan ototnya.

h. Jangan terlalu takut dengan ikan hiu, karena mereka biasanya hanya akan menganggu jika ada pergerakan mencolok atau suara yang keras.

i. Jika yakin kita bisa mengirimkan isyarat, misalnya radio masih berfungsi, maka akan lebih baik jika kita tetap berada disekitar lokasi. Tapi kalau memang tidak ada harapan, bisa diupayakan berenang menuju daratan, terutama jika sudah terlihat garis pantai

Friday, February 23, 2007

Bersyukur tidaklah segampang mengeja ketiga nama mantan suami Angel Elga


Bila tiba-tiba seseorang menyodorkan kertas kepada Anda sambil berkata lantang, "Tuliskan tiga hal yang paling ingin Anda syukuri saat ini!", Apa reaksi Anda ?

Jawaban macam apa yang bakal Anda berikan saat itu? Atau, bisakah Anda seketika menjawab ? Ataukah Anda malah gelagapan?

Semestinya, tiap detik selalu ada hal baru yang bisa kita syukuri. Tiap tarikan nafas seharusnya menghasilkan "jawaban" baru.

Sayangnya, saya (dan mungkin Anda juga) menganggap semua karunia yang kita terima adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya kita terima. Memang sudah tugas DIA memberi kita makanan berlimpah, embun pagi yang menyegarkan, keluarga yang menggemaskan, dll...

Limpahan karunia membuat kita mati rasa dan kehilangan kata-kata saat ditodong dengan pertanyaan seperti di atas. Ah, rasanya jauh lebih mudah menuliskan nama tiga laki-laki yang pernah menikah siri dengan Angel Elga daripada menyebutkan tiga hal yang paling ingin kita syukuri !

jadi, pejamkan mata Anda, dan tanyalah diri Anda: jawaban apa yang bakal Anda beri bila pertanyaan itu diberikan kepada Anda saat ini, nanti sepulang kantor, dan besok pagi saat bangun tidur?

Tuhan sertamu, kini dan sepanjang masa. Pasti!

Thursday, February 22, 2007

Di KFC, McD dan Fastfood Indonesia: Banyak yang mengira SAUS adalah KUAH


Banjir saus! Itulah fenomena di hampir semua fastfood di Indonesia. Celakanya, saya termasuk orang yang paling risih melihat makanan yang tak termakan dan akhirnya terbuang.
Coba tengok perilaku sebagian besar pembeli fastfood (entah itu McD, KFC, A&W dll). Seberapa banyak saus tomat dan saos sambal yang menggenangi piring kotor mereka?
Apa dipikirnya SAOS adalah KUAH yang tidak wajib dihabiskan ?
Atau dipikirnya karena boleh mengambil sendiri maka seolah-olah saus adalah rejeki nomplok yang bisa diraup seenaknya...?
Moga-moga Anda tidak termasuk salah satu dari masyarakat berperilaku primitif seperti itu!