Thursday, June 28, 2007

Belum Juga Pakai GPRS ?


Sudah berapa kali anda ganti ponsel?
Mungkin anda tidak ingat lagi, atau memang tidak perlu diingat. Bisa jadi usia setahun sebuah ponsel sudah dianggap cukup uzur. Jadi musti ganti baru!
Nah, sayangnya nafsu untuk mengikuti model ponsel, jauuh.... lebih kencang daripada keinginan mengikuti perkembangan teknologinya. So, biarpun ponsel sudah ganti lima kali, tetap saja si dia cuma dipakai untuk halo-halo, kirim SMS, nge-game, dan gonta-ganti ringtone.

Mengapa tidak mencoba pakai GPRS, khususnya mengakses internet via ponsel?
Mahal? Nggak juga kok! Bahkan lebih murah dibandingkan kirim SMS...
Bener nih..? Iya! Coba baca kalkulasi saya dibawah ini. Oh ya, asumsi biaya yang saya pakai adalah Rp. 15/Kb.

Cek email:
a. Login/masuk mailbox --> sekitar 3 Kb (Rp. 45)
b. Buka email tunggal --> sekitar 2 Kb (Rp. 30)
c. Buka email milis daily diggest --> sekitar 7 Kb (Rp. 105)
d. Kirim email --> sekitar 2 Kb (Rp. 30)

Cek Account Google Adsense
a. Login --> sekitar 3 Kb (Rp. 45)
b. Buka report --> sekitar 2 Kb (Rp. 30)

Akses webpage
www.kompas.com --> sekitar 6 Kb (Rp. 90)
www.detik.com --> sekitar 6 Kb (Rp. 90)
www.jejakgeografer.com --> sekitar 10 Kb (Rp. 150)


Nah loo... Masih bilang mahal?

Ini rahasianya, mengapa bisa murah dan ngirit:
Pertama, gunakan browser Opera Mini. Konon browser ini bisa mengurangi besar file hingga 80%. Ini kata tabloid, saya sendiri tidak punya alat ukurnya :D

Kedua, non-aktifkan loading gambar dan animasi. Lagian apa yang bisa dilihat kalau screen ponsel kita cuma segede foto di ijazah?


Anda bebas men-download Opera Mini di situs www.operamini.com. Jangan ragu juga untuk mencoba gmail for mobile phone.

So, lupakan desas-desus yang mengatakan GPRS itu mahal.
Dengan GPRS, bertualang dimanapun bakal lebih tenang karena tak tak perlu celingukan cari warnet!





original post by anang, yb

Tuesday, June 26, 2007

Pondok Untuk Pak Totok


Selamat pagi, Tuhan!
Semoga bagiMu tidak ada hari yang terlalu pagi untuk menyapaMu.
Entah kenapa hari ini aku terusik dengan sepenggal tanya yang dilontarkan sahabatku, "Why I’m So Special..."
Ah, apa benar aku cukup spesial...
Spesial di mata siapa? Bagi kedua buah hatiku? Bagi pasangan hidupku? Atau, cukup spesialkah aku dimataMu? Uups, sorry, Tuhan! Aku yakin bahwa engkau menciptakanku bukan dengan template. Aku memang kau ciptakan unik, tanpa padanan. Tapi, cukup spesialkah diriku? Setidaknya siapakah diriku hingga kau pakai untuk memimpin beberapa umatMu sebagai seorang ketua lingkungan?
Tak henti kulantunkan lagu ini sebagai luapan tanya tak berujung:
“hanya debulah aku.. di alas kakiMu, Tuhan...”


***

Tuhanku,
Apakah Engkau memakai diriku karena bekal kemampuan merangkai kata lewat tulisan yang kau lekatkan didiriku?
Ya, moga-moga Engkau masih ingat apa yang kulakukan dua bulan lalu untuk Pak Totok.
Awalnya, otakku terlalu tumpul untuk memilih acara paskah yang paling berkesan di tahun ini. Untung saja Engkau buka mataku! Engkau perlihatkan sosok Pak Totok pada saat yang tepat.


Nama lengkapnya adalah Agustinus Budiasto. Pada usia mendekati senja (64 tahun) dia tinggal di saung non-permanen. Saung tersebut hanya berupa material kayu-kayu bekas, tanpa pintu, tanpa tempat tidur yang cukup panjang untuk meluruskan punggung, tanpa dinding, dan pasti bocor bila hujan. Saung ini berdiri di sebelah areal yang dulunya diperuntukkan bagi pembuangan sampah sementara. Keberadaan dan kondisi saung ini sangat kontras dengan bangunan di sekitarnya yang rata-rata sudah berlantai dua.

Kehidupan ekonomi Pak Totok pun sama memprihatinkan seperti kondisi tempat tinggalnya. Oleh masyarakat sekitar, Pak Totok dipercaya menjadi petugas keamanan dengan honor sekitar tiga ratus ribu per bulan. Untunglah kehidupan religiositas Pak Totok mampu menjadi teladan bagi umat yang lain. Setiap minggu dia pasti menghadapMu di gereja jam enam pagi. Bila tak cukup uang untuk membayar angkot, dia pakai sepedanya, atau kalau tidak, ditempuhnya dengan jalan kaki walau perlu satu jam untuk sampai ke rumahMu. Sungguh teladan yang luar biasa.


Tak ada hal lain yang kupikirkan selain keinginan melakukan “bedah rumah” untuk Pak Totok!
Berbekal talenta ‘membual” lewat tulisan yang Kau berikan padaku, kubuat selebaran provokasi untuk umat di lingkunganku. Ini dia tulisan untuk mengompori mereka:

Kami menantang Anda untuk memberikan satu ide dalam rangka gerakan AKSI NYATA PASKAH! Kira-kira kegiatan apa yang paling dibutuhkan dan bermanfaat untuk sesama kita? Apakah mengunjungi panti asuhan dengan menyewa bis seharga 1 juta? Atau membagi berkarung-karung beras? Atau cukup dengan merebus telur dan mengundang anak-anak untuk mencarinya?
Ataukah justeru di sekitar rumah Anda ada umat Tuhan yang basah kedinginan saat hujan, perut koroncongan saat anda tak sanggup lagi menghabiskan makan malam ? Apa yang bisa Anda perbuat untuk orang-orang seperti mereka ?


Hahaha.. kadang aku merasa terlalu nakal dalam memprovokasi. Tapi biarin! Dan nyatanya segalanya menjadi begitu mudah untuk dilaksanakan.
“Saya mau menyumbang batu bata. Kebetulan masih ada beberapa ratus bata tidak terpakai di depan rumah saya,” kata Pak Aliang. Ah, begitu mengharukan. Kenapa? Ya karena Pak Aliang adalah buruh pabrik. Istrinya korban PHK sehingga setiap sore selepas kerja di pabrik, Pak Aliang masih harus nongkrong di pintu tol Bekasi timur untuk menjadi tukang ojek sampai larut malam.

Masih dengan modal talenta menulis, kubuat proposal ke gereja. Sejujurnya Tuhan, aku begitu pesimis, proposal ini apakah bakal dilirik. Sebab hanya kegiatan yang diperuntukkan bagi banyak orang yang biasanya mendapat dana. Sementara kegiatanku semata-mata untuk kepentingan satu orang. Pak Totok saja.
Tapi kuyakin, Engkau pasti turut bekerja. Proposal pun kususun. Untuk mengetes apakah proposal tersebut punya “daya magis”, kusuruh sahabatku, Pak Sius untuk membacanya. Siapa itu Pak Sius? Hehe.. dia orang Flores, lumayan galak, kalau ngomong tak pernah bisa pelan. Kalau lagi emosi hiii..
Aku bersyukur. Pak Sius matanya berkaca-kaca saat membaca proposalku... Heheehe, kena kau!
Tuhanku, segalanya benar-benar menjadi mudah. Banyak yang tergerak mengulurkan tangan. Dan singkat cerita, enam hari cukup untuk mewujudkan pondok untuk Pak Totok...



Tuhan, terima kasih atas bekal talenta dariMu. Semua ini menjadikanku unik dan semoga cukup spesial bagi sesama. Terima kasih atas pelibatan diriku dalam karya penciptaanMu yang terus berlangsung. Kini dan sepanjang masa.

“JanjiMu seperti fajar pagi hari...
yang tiada pernah terlambat bersinar...
CintaMu seperti sungai yang mengalir...
Dan kutahu betapa dalam kasihMu!”


original post by anang, yb

Thursday, June 21, 2007

Bontong adalah pesuruh. Bontong punya 800 juta. Betulan!


Bontong tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya.
Lembaran uang kertas berwarna biru tua dia lambai-lambaikan di depan wajah saya.
"Bapak yang tadi baik banget dah. Kembaliannya buat saya, katanya. Apa emang gitu ya kebanyakan orang Irian?"
Ah, dasar Bontong.
***

Bontong belum lama saya kenal. Kesempatan bertemu dia pun hanya terjadi bila boss-nya meminta saya mengajar GIS secara freelance. Bontong adalah anak Betawi asli. Usianya sekitar sepuluh tahun lebih muda dibanding saya. Seperti orang betawi lainnya, cara dia berbicara tidak langsung bisa saya mengerti. Terlalu brebet, dialek seperti gagap tapi cepet dan nggak ada pelannya. Pokoknya bayangin deh cara ngomong Mpok Nori. Begitulah cara Bontong berbicara.
"Boss kemaren nanya ama saya, mau nggak bantu-bantu ngasih makan peserta training. Saya mah mau aja, ya Pak. Kerja apa aja yang penting halal. Barokah." cerita Bontong kepada saya.
Soal kelompok primordial yang lagi marak di Jakarta, Bontong punya pendapat tersendiri. "Saya mah nggak mau ikut porum-porum begituan. Males. Pesen bapak saya, mending saya nyari makan aja. Nggak boleh ikut yang begitu-begituan. Makanya saya mending kerja apa aja. Lagian malu ama pendatang kayak Pak Anang." Ooo.. gitu ya.
***

Bontong adalah pesuruh. Dia yang bertanggung-jawab soal makan siang, snack, kopi, dan foto copy. Bila perlu dia bisa disuruh apa saja oleh siapa saja, termasuk saya maupun peserta training. Makanya dia selalu antusias bila ada peserta training (yang kebanyakan berasal dari Indonesia Timur) meminta tolong untuk membelikan buku referensi.
"Mending nyarinya jangan di Gramed pak. Beli di emperan Kwitang aja." kata dia. "Di sana mah murah habis. Bisa selisih banyak apalagi kalau kita pinter nawar."
Iya deh. Peserta training cuma bisa manggut-manggut karena toh mereka juga tidak paham di mana letak Gramedia dan di mana letak Kwitang.
Kalau sudah begitu, Bontong bakal segera melesat ke Kwitang dengan naik Metromini. Dan ujung-ujungnya -dengan ikhlas- peseerta training akan merelakan uang kembalian. Toh paling cuma lima puluh ribu. Jauh lebih murah dibandingkan resiko dikerjain sopir taksi jakarta.
***

Saya sempat rada shock sewaktu bossnya Bontong bercerita soal siapa sebenarnya pesuruh lugu itu. "Duit dia banyak lho, Pak." Kata Pak Eko bossnya Bontong. "Jangankan beli mobil, hotel ini aja bisa dia beli."
Awalnya saya mengira Pak Eko sedang bermetafora. Ternyata tidak.
"Kemarin dia cerita ke saya kalau habis kena gusur lagi. Bapak tau berapa duit yang dia dapat?" tanya Pak Eko.
Saya males menjawab. Emang berapa sih duit untuk korban gusuran? Retoris banget!
"Jangan kaget ya, pak" lanjut Pak Eko tanpa menunggu jawaban saya. "Delapan ratus juta!"
Busyeeet dah! Saya menepuk jidat keras-keras. Sejuta tahun saya main google adsense atau jualan citra satelit atau ngasih training GIS juga kagak bakal segitu hasilnya.
Jalan hidup Bontong telah meledek nasib saya! Bener-bener telak!
***

Banyak duit tidak membuat Bontong kawin lagi. Soalnya dia memang masih bujang.
Kata dia, enam ratus juta dia depositokan. Sisanya masuk rekening tabungan. Saat ini dia sedang mengincar tanah di Depok.
"Pokoknya, kalau mau beli tanah jangan pas kita lagi butuh, Pak. Justeru cari penjual yang lagi butuh duit." kata Bontong berbagi kiat. Saya mengangguk saja. Dalam hati saya berkata, jangankan beli tanah di Jabotabek. Rumah saya di Bekasi saja masih kredit.
Yah, begitulah Bontong. Masih lugu, katro', dan kadang sulit dipahami dengan frame masyarakat metropolis.
***

"Tong..," panggil Pak Eko -bossnya Bontong- seusai pelatihan. "Nih ada satu kue buat keponakan lu. Sayang kalau dibuang." kata Pak Eko sambil membuka kardus snack peserta training yang masih menyisakan sebiji roti Holland.
Bontong menerima bolu kukus itu dengan mata berbinar-binar.


original post by anang, yb

Thursday, June 14, 2007

Mommy I'm Here!

Anda berencana menonton Jakarta Fair?
Aha, saya punya satu tips agar buah hati Anda tidak terpisah di tengah-tengah keriuhan bazaar terbesar di Indonesia tersebut.
Kenakan saja Child Locator di sepatu Anak Anda. Niscaya kecil kemungkinan Anak Anda akan terpisah dari Anda. Child locator sendiri merupakan bentuk lain dari receiver GPS dalam bentuk mini, simpel, tahan air dan tahan goncangan serta didukung oleh baterai yang tahan lama.

Rata-rata Child Locator berbentuk unik agar disukai oleh anak-anak. Lihat saja model Child Locator bermerk Mommy I'm Here! ini. Wow, Teddy Bear, Mom!

Alat ini punya banyak julukan. Selain Child Locator, beberapa produsen menamainya Child Finder, Child Tracking, dll.

Berminat ? Coba deh jalan-jalan ke Mangga Dua. Siapa tahu Anda tertarik..

[gambar dari http://www.brickhousesecurity.com/ ]


original post by anang, yb

Wednesday, June 13, 2007

Resensi e-book Mindset Sukses sudah ada pemenangnya



"Dapat hadiah apa dari Jennie?" begitu tulis istri saya lewat SMS.
"Jalan-jalan ke San Fransisco.." balas saya bercanda.
Ya syukurlah, bila dewan juri memutuskan resensi saya sebagai yang terfavorit.
Terima kasih buat beberapa ucapan selamat yang ditujukan ke saya. Kalian juga hebat. Moga-moga pujian ini tidak membuat saya besar kepala dan being sombong (TAG ini saya curi dari mana hayo..)

Soal pujian, kawanku pernah berujar: terima saja setiap pujian, jangan berkelit. Sebab jika kau berkelit itu artinya kau haus pujian. Minta lagi dan lagi.
Cukup sampaikan satu kalimat penutup: terima kasih atas pujiannya, Andapun hebat dan saya pun mengagumi Anda. Lebih bagus lagi kalau Anda mampu menyampaikan secara detail apa yang Anda kagumi dari dia, agar tidak ada kesan Anda sekadar berbasa-basi.

Oh, ya. Mbak Jennie telah menerjemahkan resensi saya dalam bahasa Inggris. selengkapnya ada di sini.
Sampai ketemu di kontes lainnya :D
Tetap semangat..!


original post by anang, yb

Friday, June 08, 2007

Mug Mouse: using your coffee mug as computer mouse


Ini cara baru minum kopi sembari mengoperasikan komputer, Namanya Mug Mouse. Jangan terkecoh dengan gambar. Ini bukan pemanas kopi yang dilengkapi USB. Ini benar-benar cangkir kopi sekaligus mouse.

Seluruh dasar cangkir adalah tombol yang mengindera gerakan dengan bantuan infra red. letakkan saja di meja untuk melakukan klik. Simpel kan?

Mug Mouse adalah kreasi dari Louise Wictoria Klinker yang merupakan bagian dari perangkat yang dia istilahkan sebagai " SLOWEB peripherals"

Dari istilah Sloweb peripherals tentunya kita jadi ngeh untuk siapa alat ini diciptakan. Yap, siapa lagi kalau bukan buat anda yang sedang tidak diburu deadline... Anda yang sedang menikmati MP3 dari komputer, membaca koran online, membaca email, pilih-pilih barang di online shopping atau sekadar mencari teman chatting.
Gimana, pingin mengoleksinya? Minimal untuk saat ini koleksi dulu foto uniknya yang saya peroleh dari web pencipta Mug Mouse ini.


original post by anang, yb

Thursday, June 07, 2007

Soeharto Rayakan Ulang Tahun ke-86


Sugeng riyadi....
Mantan Presiden Soeharto Jumat, 8 Juni 2007, merayakan ulang tahunnya ke-86.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tetap tidak menerima undangan pesta ultah orang paling beken di republik ini... hehehe...

Doa saya untuk kakek yang satu ini, selamat ulang tahun ya. Moga-moga masih ada umur yang ditambahkan dariNya.
Terima kasih atas segala jasa Pak Harto. karena jasa Bapak, ibu saya bisa menjadi guru SD inpres dengan tenang hingga pensiun lima tahun lalu.
Karena jasa Bapak pula, saya bisa sekolah negeri, dari SD hingga kuliah. Oh ya di jaman Bapak menjadi Presiden, biaya kuliah saya cuma 140ribu satu semester. masih terjangkau untuk ukuran orang tua saya yang -seperti saya sebut- guru SD inpres di Bantul.

Jujur saja saya rindu dengan Bapak. Rindu dengan keadaan aman tenteram. Pejabat pada rukun dengan seragam korpri seluruhnya; acara televisi penuh dengan berita menyenangkan tentang hasil pembangunan; semua buku pelajaran gratis; dan kalaupun ada korupsi, itu pun dilakukan dengan santun tidak norak dan muka badak seperti sekarang.
Kapan ya ada suasana seperti jaman Bapak menjadi presiden dulu? hemmmm, mengapa bapak tidak mencalonkan diri lagi, setidaknya untuk menjadi gubernur Jakarta?

Ah, kangen rasanya melihat berita di TVRI yang menyiarkan kemeriahan ulang tahun bapak. Ada anak-anak berseragam putih-putih berlarian sambil mengibarkan bendera di panggung... disusul dengan lantunan suara emas Titiek Puspa yang berurai air mata bangga sambil bernyanyi," ... kepadamuuu.. bapak kami Soeharto..."

original post by anang, yb

Lemari Kodok Untuk Editor


Maksud hati ingin memanfaatkan fasilitas terjemahan yang ada di internet. Setelah klak-klik sana-sini, ketemulah situs www.inbahasa.com.
Kenapa saya memilih ini? Yah, terutama karena di situs ini kita bisa menerjemahkan beberapa paragraf sekaligus, tidak sekadar kata atau frasa...

Sayangnya, bukannya terbantu, tapi malahan saya musti lebih sering buka-buka kamus.
Lihat saja hasil terjemahan situs tersebut untuk kalimat:
"Write a spell-binding sample chapter and it will showcase your writing to the editor."

Ini dia hasil terjemahan yang disodorkan untuk saya:
"tulis spell-binding bab contoh dan itu akan lemari kodok tulis kamu untuk editor"

Hehehe.... Terima kasih atas bantuannya ya, tapi mending saya buka kamus aja!

original post by anang, yb

Tuesday, June 05, 2007

Katakan Lewat Tulisan Tangan


Ada kartu pos terlempar lewat pagar rumah. Andai lemparan itu terjadi pada akhir bulan, bisa jadi itu adalah cek dari Google Adsense-ku. Tapi bukan kok, walau yang ini juga dari Amrik.

Ada gambar jembatan San Fransisco dengan latar belakang gedung-gedung tinggi seperti di sekitaran jembatan Semanggi, Jakarta. Ah, kawan yang satu ini tidak pernah lupa janji.

"Saya kirim kartu pos suasana san Fransisco ya. Tapi agak lama tibanya. Sabar ya... "

..kata dia beberapa minggu lalu. Thanks. Siang ini kartu pos yang dia janjikan telah tiba.

Ini kali kedua dia kirim kartu pos. Masih seperti yang pertama dulu, dia menulis ucapan dengan tulisan tangan. Moga-moga tulisan tangan dia sendiri :D

Andai kawan saya ini mau, bisa saja dia mengirim ucapan lewat email, atau e-card lengkap dengan animasi, atau huruf yang kelap-kelip. Lagipula, nggak perlu menunggu berhari-hari untuk sampai. Juga tidak perlu repot membeli perangko.

tapi kawan saya memilih menulis ucapan dengan goresan tangan, bukan goyangan mouse komputer. bagi saya... ungkapan lewat tulisan tangan terasa lebih menyentuh.. Amat personal. Amat ekslusif. Karena khusus ditulis hanya untuk satu orang. Thanks ya..

Entah sejak kapan saya mulai secara pribadi menyapa dia lewat email. Tapi yang jelas, blog dia termasuk yang paling rutin saya sambangi. Pun sebaliknya, -sekali dua- dia pun menuliskan komentar pendek di blog ini.

Kali lain, saya pun menuliskan resensi atas buku motivasi yang dia tulis. Juga ketika dia meluncurkan satu e-book yang disebar secara gratis, saya pun secara khusus membuat review yang agak beda. Niat saya cuma satu: sebuah karya yang (amat) inspirasional semestinya jangan diapresiasi dengan ala kadarnya. Dan.. tampaknya dia tidak keberatan dengan review saya...

"Thank you for your continued support..."

tulis dia.
Iya deh sama-sama ya...


original post by anang, yb

Monday, June 04, 2007

Jogja Bakal Mengalami Gempa dan Tsunami -> Besok 7 Juni


Pagi-pagi dapat SMS dari seorang karib di Jogja:

"Pak di jogja rame nih, ada isu gempa+tsunami bsk tgl 7 jun, para bakul2 di psr2 pd kompakan libur ndak jualan, gayeng wis, trs kl yg prcy ma dukun wis pada pasang sajen gitu..."


Nah lho..., bila sistem peringatan dini dari pemerintah tak kunjung mantap, maka rakyat balik maning nang dukun...

Tapi soal peringatan dini bakal ada gempa, rakyat Joja masih teramat percaya dengan tanda-tanda alam, utamanya bentuk awan. Bila di langit ada awan berbentuk ekor komet atau mirip lintasan pesawat jet, maka dijamin dalam waktu tak lama bakal ada lindhu (jawa= gempa).

Coba deh baca fenomena ini di posting saya terdahulu..

original post by anang, yb

Selamat Tinggal Template blog lama....



saatnya melupakan dan mengucapkan selamat tinggal pada template blog yang lama...!
Setelah searching dan memilih sekian banyak blog skin lewat Swicki Eurekster akhirnya pilihan jatuh pada template yang ini, putih dan minimalis.

Template lama yang terkesan suram, gelap, saya relakan untuk diganti setelah setahun menemani dan menjadi citra dari blog Jejak Geografer..
Template itu duluuu... saya pilih sebagai wujud rasa duka yang mendalam atas gempa yang meluluhlantakkan Jogja setahun silam..
Begitu mendalamnya rasa duka atas bencana gempa Jogja, hingga (tanpa sadar) terkumpul 20-an posting mengenai bencana...

Hidup harus terus berjalan!
Saatnya untuk tampil cerah dan penuh gairah !

original post by anang, yb

Tuesday, May 15, 2007

Semoga Busuklah Gigi Pak Menteri


Geram!
Walau mata dan hati kita makin bebal karena terlalu sering mendengar berita korupsi, namun untuk yang satu ini rasanya susah untuk menutup mata.

Detik dotcom menulis tentang korupsi yang dilakukan mantan menteri Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Ya, menurut Arfi Bambani Amri -wartawan Detik.com, Dana nonbujeter yang diselewengkan di DKP salah satunya digunakan untuk merawat gigi bapak Menteri. Sejuta topan badai untukmu, pak menteri!

Sumpah serapah pula saya semburkan untuk pihak lain yang konon juga ikut berebut dana non-bujeter. PKS, PPP, Golkar, PSI, KAMMI termasuk yang disebut oleh Didi Sadeli sebagai penikmat uang haram tersebut. Sidang peradilan yang nantinya menguji kebenaran omongan Didi ini. Di luar itu PAN, PDIP, Partai Demokrat termasuk yang disebut-sebut ikut menjilati dana nonbujeter DKP.

Mengapa kita musti geram?

Sebagai salah seorang yang pernah ikut dalam tim monitoring terumbu karang (salah satu tugas penting DKP) saya bisa merasakan betapa beratnya resiko yang musti ditanggung tim surveyor di lapangan.

Betapa untuk memelihara dan melakukan studi terumbu karang, juga memetakan pulau-pulau kecil terluar, seorang surveyor musti bertaruh nyawa, menerjang ombak samudera Indonesia, Laut cina Selatan yang tingginya bisa dua meteran...
Belum lagi resiko saat menyelam, terhanyut alun di dasar samudera..

Ah, disaat karyawan level bawah berjuang dengan idealisme tinggi, untuk menjaga terumbu karang, justeru Pak Menteri asyik membersihkan karang gigi!

Terkutuklah anda Pak Menteri!


original post by anang, yb

Friday, May 11, 2007

Iklan Semen Holcim: "Say No Tiga ...."


Berapa kali dalam sehari anda menyaksikan iklan semen Holcim di TV...?
Iklan ini bercerita tentang buku harian sebuah rumah...
Iklan dibuka dengan perkenalan si rumah: dia bernama Blok C no 3. Ilustrasi gambar pun memperkuat perkenalan ini, diperlihatkan kotak surat di depan rumah bertuliskan Blok C No. 3....
Cerita terus mengalir....

Awalnya saya tidak "ngeh" mengapa iklan ini memakai alamat Blok C no. 3...
Lambat laun saya baru menyadari kenakalan iklan ini!

Coba anda lafalkan alamat rumah tersebut. Bunyi yang keluar hasil pelafalan " C no. 3 " adalah: Say No Tiga....."
Hayo, sudahkah anda menangkap kenakalan Holcim ?

original post by anang, yb

Thursday, May 10, 2007

Holy Rosary

Various means of counting prayers have been used in Christianity since the early church. The Rosary has been a major tool for Roman Catholic prayer for over 500 years. It helps pave the way for Christians to have a greater understanding of the mystery of Christ celebrated within family prayer.

The Rosary is the essence of Christian devotion and is believed to be a powerful tool in the achievement of peace. It is a form of devotion in honor of the Virgin Mary. The rosary prayer is drawn especially upon from the Gospels. It reflects the spirit of the Gospel and that of the Virgin Mary. The rosary is used to encourage a person’s commitment to continue God’s work with the poor.

The most famous prayer Holy Mary gifted to the world is the Rosary. It is a combination prayer requiring recitation of Our Father, ten Hail Marys and a Glory Be to the Father. These are to be recited five times while meditating on the mysteries of the life of Jesus and Mary. The meditations included are joyful, luminous, sorrowful and glorious meditations. These are to be followed by a prayer called the ‘Hail Holy Queen’ and at times the ‘Litany of Loreto’.

The importance of Holy Mary in Catholicism is evident in the fact that many Catholic churches contain side altars dedicated to the Virgin Mary. Witnesses state that messages to humanity have been delivered at major religious sites where it is claimed apparitions or appearances of the mother have occurred. These miraculous emergences of Mother Mary have at most times requested the recitation of the rosary.

Most people have their rosary blessed. This is done through prayer and holy water. The holy rosary is usually designed as a necklace but never worn as one. It is a medium and means of true spiritual enlightenment and peace of mind.

Rosary provides detailed information on Rosary, Rosary Beads, How To Pray The Rosary, Holy Rosary and more. Rosary is affiliated with Online Bible Study.

Tuesday, May 08, 2007

Bisa nggak kamu cerita tentang Kecap Bango ?


Dari blog Mediacare saya nemu pengumuman tentang "Bango Bloggers Contest".
Ini kontes buat kalian yang hobi menulis lewat blog. Lumayan juga buat kalian yang lagi kehabisan ide menulis... Sambil kamu merampungkan naskah untuk kontesnya Mbak Jennie, simak deh catatan kecil tentang "Bango Bloggers Contest" berikut ini:

Untuk turut dalam kontes ini, kamu musti dateng di Festival Jajanan Bango 2007 (FJB 2007). Tuliskan kesan-kesan kamu selama muter-muter di FJB 2007 ke dalam Blog... Nah, kalau kamu yakin tulisan kamu lumayan nggigit, daftarkan saja dalam "Bango Bloggers Contest". Jadual festival, jadual lomba, jadual pengumuman, plus info lebih lengkap lainnya, silakan buka saja blog Mediacare yah...


original post by anang, yb

Thursday, May 03, 2007

Silakan Mencela atau Memuji Ebook "Mindset Sukses" Jennie S. Bev


Jennie S. Bev makin pintar saja mendongkrak loyalitas pembaca blognya. Hobi bagi-bagi hadiah makin sering dia lakukan.
Bila bulan lalu dia bagi-bagi ebook berjudul "Mindset Sukses: Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial", kali ini dia mengadakan kontes bagi yang mau meresensi ebook tersebut.
Kontes berlangsung singkat saja, yakni sampai tanggal 21 bulan ini.
Soal hadiah, ah. Jangan khawatir. Tersedia 10-20 buku Mindset Sukses versi hardcopy plus tanda tangan Jennie plus foto Jennie.

Ikutan nggak ya..?

Kalau hadiahnya sepertinya saya sudah punya ya. Buku, saya sudah download. Foto, ya tinggal klik kanan dari situs Jennie. Tanda tangan asli ? Yang ini juga sudah punya, karena bulan lalu, Jennie mengirimi saya kartu ucapan plus tandatangan plus kata-kata penuh motivasi yang ditulis tangan....

Hmm, jadi ikutan kontes nggak ya...

nb: Dari Jennie terkirim info baru kalau kontes diperpanjang hingga 31 Mei 2007...
Ayo siapa mau ikut.. Ketik KDI spasi Jennie kirim ke 9090 hehehe..
original post by anang, yb

Wednesday, May 02, 2007

Hilangkan Kesan Gratisan dari Blog Anda


Singkat saja.
Blog anda numpang dari fasilitas gratisan semisal Blogger atau Indosiar?
Nah, untuk menghilangkan kesan gratisan, anda bisa gunakan fasiltas redirect domain name..

Misal:
Semula bernama www.pemujaSBY.blogspot.com
Dengan redirect bisa disulap menjadi www.pemujaSBY.co.nr

Silakan sambangi situs co.nr

Sepanjang blog kamu tidak berisi SPAM, atau majang gambar gitu-gituan, silakan saja manfaatkan fasiltas ini. Gratis Kok. Nggak ada Pop-up. Paling banter kamu disuruh pasang link sebagai wujud terima kasih atas kebaikan budi dia.

Saya sudah manfaatkan untuk beberapa blog saya yakni www.download-ebook.co.nr serta www.satellite-imagery.co.nr.

Ada juga alternatif redirect domain name yang lain. Coba saja kamu search lewat google di bagian atas blog ini. Selamat mencoba ya..

nb:
kalau bener-bener nggak mau keliatan "donaturnya" (kayak comment-nya indah) ya pakai redirect berbayar.. Nggak nyampe 100rb/tahun kok..
Kayak blog ini kan aslinya www.anangyb.blogspot.com..
Order aja via www.webpertamaku.com untuk beli domain name yang kamu mau.

original post by anang, yb

Monday, April 30, 2007

Aku dan Anakku di Luar Nikah


Minggu lalu, aku dan nyonya berulang tahun bersamaan. Ulang tahun pernikahan tentunya. Wuih, tak terasa hidup bersama telah dilalui sejak tahun 1998.

Lumayan lama. Namun jujur saja rasanya kami masih serasa pengantin baru. Eit, maksud aku bukannya kami masih sangat super romantis, atau main peluk di sembarang tempat dan waktu. Serasa pengantin baru itu artinya kami masih hobi bertengkar, saling ngambeg, atau saling adu argumen sampai urat di leher nongol hanya untuk memutuskan apakah AC mau dibersihkan hari ini atau besok. Hahaha…

Hari ini pikiranku melayang ke sekian tahun lalu saat musti menjalani ujian kanonik, semacam uji fit and proper test yang dilakukan pastor terhadap setiap calon pasangan pengantin katholik. Pastor punya hak veto untuk membatalkan rencana pernikahan bila menurut penilaiannya, pasangan calon pengantin punya masalah, baik secara keimanan maupun hubungan sosial.

Untungnya, pastor penguji sudah kukenal baik. Dia pun mengenalku cukup mendalam termasuk koleksi dosa-dosaku selagi masih lajang.

Singkat cerita, bertemulah aku, calon isteriku dan pastor Kirun (begitulah umat biasa memanggil dia) di salah satu gereja di Solo. Di sanalah ujian kanonik bakal digelar.

“Aku musti nanya opo, Nang?” tanya Pastor Kirun sesaat setelah aku duduk di salah satu ruang di pastoran. Aku nyengir walau nyengirku masih kalah lebar dibandingkan nyengirnya pastor Kirun. Lha apa lagi yang mau ditanya? Hampir semua rahasiaku sudah dikantonginya. Diam-diam aku malah tertawa geli, ingat saat masih suka jalan bareng dengan Pastor Kirun yang kala itu masih jadi frater alias calon pastor. Saat-saat dimana kepala kami pening karena kekurangan dana untuk bikin acara anak-anak di gereja. Saking peningnya, kami sempat mengendap-endap ke warung yang jual SDSB, mau nyoba keberuntungan. Siapa tahu tembus. Hahaha…

“Yo wis lah.” Kata Pastor Kirun dengan gerakan badan mengusir aku dari ruangan. “Panggil bojomu masuk.”

Aku ganti keluar. Calonku pun masuk. Karena ujian kanonik selalu berlangsung empat mata, akupun duduk jauh di luar. Kebetulan memang tidak ada kursi di sekitar ruangan itu.

Apa yang ditanyakan Pastor Kirun kepada calon isteriku? Ini dia penuturan calon isteriku sambil dia mengelap keringat sebesar jagung yang meleleh di pipinya yang memerah padam:

“Halo..” sapa Pastor Kirun sambil menyalami calon isteriku.
“Ya, Romo. Halo juga.” Sahut calon isteriku.
Pastor Kirun berbasa-basi sebentar sebelum akhirnya memasang wajah serius.
“Dulu.., calon suamimu dan aku cukup akrab. Bahkan Anang sering tidur di pastoran. Kamu cukup mengenal dia?”
“Yah lumayan, Romo. Kami pacaran sekitar enam tahun.”
Pastor Kirun manggut-manggut. Cukup lama dia tidak berkata apa pun. Calon isteri saya tahu, kalau pastor di depannya memandam sesuatu.
“Kenapa, Romo?”
Pastor Kirun memandang calon isteri saya lekat-lekat.
“Kamu cukup mengenal teman-teman calon suamimu? Termasuk cewek-cewek yang dulu dekat dengan dia?” tanya Pastor Kirun hati-hati.
Calon isteriku tersenyum kecil. “Iya, Romo. Saya juga tahu kalau dia sudah ngentek-entekke (jawa= menghabis-habiskan) cewek mbuantul…”
Rupanya Pastor Kirun tidak tertarik dengan seloroh itu. Mimiknya makin serius.
“Anang juga cerita tentang si Bella Saphira (* nama samaran, tentu saja) ?”
“Yang anak fakultas Sastra, ya Romo? Kalau yang itu saya tau. Dia cewek sebelum saya…”
Pastor Kirun mengangguk.
“Kamu juga tahu kalau Bella Saphira sekarang punya anak?”
Calon isteriku mengangguk pelan. Kepalanya dimiringkan menanti kata-kata pastor berikutnya. Ada apa, sih romo? Teriaknya dalam hati!
“Setiap orang punya masa lalu, termasuk calon suamimu. Dan seringkali masa lalu itu bisa mengganggu janji pernikahan yang satu dan tak terceraikan…, jadi…”
“Jadi maksud Romo, anak itu adalah anak…”
“Gereja katholik memang keras soal larangan perceraian karena itu pikirkan lagi rencana kamu untuk…”
“Mo, bener ya anak itu …” Calon isteriku makin memucat wajahnya…
Pastor Kirun melempar senyuman. “Satu.. kosong…. Hahaha….” Pastor Kirun tergelak. Tubuhnya yang tambun terguncang-guncang.
Dasar Kirun! Sejuta topan badai buat kamu! Calon isteriku masih terlihat sangat senewen walau kini tersenyum lebar…
Lha piye tho…, jare sudah kenal lama, sudah mantap. Lha kok baru segitu sudah mewek.. (mau menangis)….”
Calon isteriku tersipu. “Lha Romo juga tega buanget ngerjain aku… Eh, tapi anak itu siapa sebenarnya bapaknya…?”
Lha embuuuh…!” sahut Pastor Kirun seenaknya.
Dasar!

(jujur saja, kisah ini sudah saya hiperbolakan. Selain agar anda betah membaca hingga titik terakhir, juga supaya citra diri saya tidak anjlok terlalu dalem… hahaha….)






original post by anang, yb

Sunday, April 29, 2007

Sisi Lain Tukang Ojek


Macam mana tukang ojek di pikiranmu?
Ugal-ugalan? Wajah memelas? Dekil? Jaket bau keringat menyengat?

Okey.. Tidak salah. Memang rata-rata tukang ojek seperti itulah adanya.
Nah, beberapa hal berikut ini moga-moga memperkaya kamu tentang sosok seorang tukang ojek:

a. Pakaian
Dalam segala keterbatasannya, tukang ojek pun pingin tampil tidak apa adanya. Pakai sepatu selalu agar lebih menawan. Tukang ojek yang paham, menabukan memakai pakaian warna gelap/ hitam-hitam. Rejeki seret, katanya. Penumpang ogah mendekat karena warna hitam cenderung dianggap orang jahat, gitu.
Demikian pula dengan celana jeans. Celana jenis ini juga jarang dipakai, karena berkesan orang ugal-ugalan. Sedapat mungkin mereka memakai celana "licin" seperti orang kantoran.

b. Penghasilan
Rata-rata 100ribu per hari. Mosok? Yap! Tapi ini khusus tukang ojek yang mangkal di mulut pintu tol. Itu juga musti ugal-ugalan, selip sana-sini, pasang badan di depan bis yang melaju, dan tidak takut ditabok popor senapan milik Brimob yang suka jaga di pintu tol.
Yang rada kalem, bisa dapat 20-35ribu per hari, dengan jadual mangkal dari jam 5 sore hingga 7 malem. Tidak perlu selip sana sini. Cukup mangkal, duduk di sadel dan tebar pesona dengan senyum manis.

c. Tarif
Termurah tiga ribu perak. Tampaknya ada korelasi antara waktu tempuh dengan tarif. Untuk jarak dari pinto tol Bekasi timur ke perumahan Pondok hijau tarifnya tiga ribu saja. Karena cepat, paling tiga menit sudah sampai depan rumah.
Untuk menuju ke Perumahan Dukuh Zamrud ongkosnya 15ribu rupiah, waktu tempuh 15 menit.
Jadi satu menit seribu perak ya..?

d. Latar belakang
Di Jabotabek, sebagian besar tukang ojek adalah pendudk asli yang tidak punya lagi tanah garapan. Rata-rata karena sawah dan kebun sudah terjual untuk lahan perumahan.
Ada juga pendatang yang ikut mengadu nasib menjadi tukang ojek, walau sejatinya bukan profesi ini yang diimpikan saat meninggalkan kampung halaman.
Beli motor -saat ini- sedemikian gampangnya. Bahkan rata-rata dapat kredit tanpa uang muka. Tidak mutlak harus punya SIM.

e. Legalitas
Ojek bukan moda transportasi yang direstui UU. Tapi susahnya minta ampun untuk diberantas. Tukang ojek tidak disiplin? Yang ini mah sudah tahu sama tahu. Profesi apapun di negeri ini selalu dilekati dengan cerita tentang ketidakdisplinan.
Polisi yang paling sering dibuat naik darah. Untuk membuat kapok tukang ojek yang 'pecicilan' (sraduk-sruduk) banyak cara dilakukan polisi. Mulai dari menyuruh push up, menyanyi Indoensia Raya di perempatan jalan hingga yang lagi trend adalah mengisi tangki bensin tukang ojek dengan air comberan... Apa tukang ojek lantas jadi kapok?
Hehe.. tanya deh pada rumput yang bergoyang....
original post by anang, yb

Wednesday, April 25, 2007

Cosa Sudah Diwawancarai


Cosa Aranda makin berkibar saja. Peblogger yang hobi berbagi ilmu ini baru saja diwawancarai jurnalis Radio Singapore International siaran bahasa Indonesia.

Hmm, siapa sih Cosa?

Ah, dia bukan siapa-siapa. Bukan selebritis bukan pula anggota dewan, bukan pula dekan di Jatinangor. Dia masih sekadar peblogger. Orang yang memilki konsistensi untuk menulis secara berkala lewat blog. Untungnya tulisan dia bukan sekadar deretan hahahihi layaknya blog ABG, bukan pula sederet puisi yang hanya dimengerti oleh penulisnya, bukan pula sekadar kumpulan lirik lagu pemancing dollar lewat Adsense.

Cosa menulis tentang dunia internet marketing. Dan itu disuka banyak orang, lebih-lebih karena Cosa seolah tanpa beban berbagi ilmu begitu saja, dan itu membuat orang makin suka.

Cosa yang dulunya bukan siapa-siapa kini lebih tenar. Berkat blog? Yap! Berkat karya tulis? Tentu saja…

Minggu lalu seorang wartawan dengan susah payah mencari rumah saya yang berada di pelosok Bekasi. Konon dia tertarik dengan salah satu tulisan saya di blog ini. Tulisan tentang ponsel yang saya pakai bertualang di Natuna.

“Mas, saya pingin denger cerita tentang ponsel yang paling disuka para petualang,” kata dia lewat telepon sehari sebelum dia datang ke rumah. Oke. Kami pun janjian.

Ini kali kedua saya didatangi wartawan karena sesuatu yang saya tulis. Sekian tahun lalu, gara-gara artikel saya tentang GPS dimuat di Kompas saya dikontak redaksi majalah KomputerAktif (alm). Senang juga bisa ngobrol panjang lebar plus mempraktekkan GPS di atap gedung Kompas-Gramedia di Jl. Gajah Mada, Jakarta. Dan, jadilah tema GPS sebagai laporan utama di KomputerAktif minggu berikutnya.

Jadi? Tekuni saja hasrat menulis via blog. Teruslah berbagi cerita, berita dan kata. Biar banyak orang makin suka.


original post by anang, yb