Showing posts with label Anda Bohol. Show all posts
Showing posts with label Anda Bohol. Show all posts

Monday, September 15, 2008

21 Tewas Berebut Zakat

Banyak cara dipakai Tuhan untuk menjemput ajal.

Tapi tewas karena terinjak-injak, terdesak desak, ataupun kehabisan napas karena berebut zakat adalah sebuah tragedi. Tak perlu mencari tahu dimana kambing hitam bersembunyi. Cukuplah dengan membathin: mengapa untuk memperoleh santunan orang perlu berebut?

Karena terlalu banyak peminta-minta dibandingkan penyantun?
Karena santunan terlalu kecil hingga satu keluarga perlu mengerahkan seluruh anggota keluarganya untuk berebut?
Karena sangat jarangnya santunan dibagikan?
Karena lembaga santunan resmi tak cukup dipercaya orang untuk menyalurkan santunan hingga orang secara sendiri-sendiri membagi santunan?
Atau ... karena banyak orang cuma pinter komentar (termasuk dengan cara ngeblog)dan tak cukup rajin membagi santunan...?



21 orang dikabarkan tewas saat berebut zakat di Pasuruan Jawa Timur. Korban tewas masih simpang-siur dan kemungkinan akan bertambah karena korban luka yang dirawar di rumah sakit dokter Sudarsono, Pasuruan terhitung cukup banyak.

original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Sunday, September 07, 2008

Cinta Ayat-ayatMu


Hari ini tiba-tiba ingatanku melayang ke masa kanak-kanak, saat jubah putih berselempang merah sering kukenakan. Ya, masa indah di dalam komunitas putra altar. Sungguh sepenggal sejarah dalam hidupku yang sangat berarti. Dari sanalah aku banyak belajar tentang Yesusku, juga tentang GerejaMu, dan terlebih lagi… tentang Ayat-ayatMu yang indah!

Di paroki Bantul yang jauh dari keramaian, kami para putra altar tak hanya melayani romo saat misa berlangsung. Kami juga berkebun ketela, bermain kasti, berlatih teater, dan.. kami juga punya tugas khusus: membuat poster setiap minggu! Ya, poster besar dengan judul besar di atasnya, "BACAAN MISA MINGGU INI".

Secara bergantian, aku dan teman-temanku membuat ilustrasi atas perikop yang dibacakan pada setiap minggunya. Jangan bayangkan pada jaman itu ada komputer. Semuanya kami kerjakan dengan mengandalkan spidol warna-warni, crayon dan gambar-gambar yang kami potong dari koran dan majalah. Romo telah menyediakan kertas coklat ukuran besar untuk kami. Belakangan kami baru tahu kalau kertas coklat itu adalah kertas yang biasa dipakai untuk membungkus paket kiriman.

Kalau mengingatnya, ah.. betapa lucunya ilustrasi kami. Hampir semua putra altar se-angkatanku adalah anak-anak usia SD. Saat perikop misa bertemakan Yesus membangkitkan orang mati, bisakah anda bayangkan apa yang kami gambar? Ya, kami gambar orang berjubah dengan baju bersinar sedang bersanding dengan pocong yang tersenyum lebar.. hahaha..

Poster yang kami buat terpasang di depan pintu masuk gereja. Sering kali kami sengaja berdiri lama di depan gereja menjelang misa. Untuk apa? Untuk melihat reaksi orang terhadap poster yang kami buat. Betapa bangganya kami bila umat berkerumun di depan poster dan mengamati poster yang kami buat. Rasanya dada ini mau meledak karena bangga!

Setiap minggu membuat ilustrasi atas ayat-ayat injil membuat kami akrab dengan sabda Tuhan. Terlebih kami tak hanya membaca dan menuliskan di atas poster, kami pun harus membuat ilustrasi. Dan untuk itu kami harus berdiskusi dan mencari tahu makna sabda Tuhan yang hendak kami gambarkan. Tentu saja diskusi a la anak SD. Aku tak membayangkan bahwa kegiatan sederhana ini bakal menjadi bekal yang sangat berharga bagi kehidupan rohaniku di kemudian hari.

Hari ini aku pun sadar, bahwa semua itu sudah berlalu 30 tahun silam. Namun kenangan indah masa kecil terlalu sulit untuk dilupakan. Saat-saat kami belajar mencintai ayat-ayatMu dengan cara yang unik!

original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Tuesday, September 02, 2008

Cara baru mengalahkan diri sendiri: Parkour

Anda bosan dengan olahraga yang terlalu banyak aturan main? Atau jogging tak cukup kuat memacu adrenalin? Nah, kenapa tak mencoba olahraga yang satu ini: Parkour.

Parkour? Apaan tuh? Hehehe... saya pun tak tahu banyak sebelum menyambangi wikipedia.
Lumayan susah mendefinisikan olahraga ini dengan satu kalimat ringkas. Tapi coba dulu tengok gambar-gambar di wikipedia tersebut dan berimajinasilah dengan definisi parkour berikut ini: Parkour adalah seni bergerak dan metode latihan natural yang bertujuan untuk membantu manusia bergerak dengan cepat dan efisien. Penghalang gerakan bukanlah apa yang ada di depan kita;, bukan tembok, bukan batu karang yang terjal, tapi kemampuan tubuh. Jadi yakinlah, parkaur tak akan menggiring anda untuk menjadi pemenang atas kegagalan orang lain, tapi untuk menjadi lebih baik dari kemampuan diri kita sendiri di hari kemarin.

Yang pasti, parkaour bukan olahraga ekstrem walau foto-foto ilustrasi parkour (saat anda googling) menggiring kita pada pemahaman itu. Parkour tak sekadar mengumbar nyali semata. Parkaur menempatkan kematangan bertindak, ketepatan bergerak yang diramu dengan rasa percaya diri yang kuat. Terus berlari untuk membuktikan apakah "tak mungkin" sekadar ada dalam pikiran atau dalam kenyataan.

Biarpun komunitas penggiat parkour belum menjamur, namun jangan kawatir, cobalah untuk bergabung secara online di komunitas parkour indonesia. Kalau cocok, lanjutin dengan meyambangi lokasi latihan parkour di berbagai kota seperti Makassar, Bandarlampung, Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan Malang. Info lebih detail lagi bisa anda longok di blog komunitas parkour.

So? Tengoklah video parkour Indonesia di bawah ini. Bila anda yakini aktivitas seperti ini mampu mendongkrak kreativitas, kebebasan, fleksibilitas, membangkitkan rasa percaya diri, mengalahkan rasa takut, dan ujung-ujungnya membuat anda mampu melewati kehidupan dengan kepala tengadah.., tak ada salahnya untuk gabung!



original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Monday, September 01, 2008

Ada Lampion di Ramadhanku



Ramadhan seperti apakah yang kau rindu?

Bagiku, tak ada yang lebih indah selain ramadhan dengan lampion perahu di ujung teras rumah. Berselimut kertas minyak aneka warna, lampion perahuku bergerak pelan dibelai angin. Ada lampu minyak kecil di dalamnya yang membuat bayangan perahu seperti diayun alun.

Pernah ada dua lampion kecil di teras rumahku. Yang satu dibuat oleh adikku ditemani bapak, tapi tak seindah lampionku.

Ramadhan adalah lampion bagiku. Bahtera yang membuatku terhanyut dalam indahnya kerlip cahaya lampu minyak.

(ramadhan itu telah berlalu 30 tahun silam, saat kutinggalkan masa kanak-kanakku...)


foto: yendi-bengkulu.blogspot.com


original post by anang, yb

Reblog this post [with Zemanta]

Sunday, August 03, 2008

$2000 for free sign up, only for first 4000 members

Mau US$ 2000 hanya dengan sign-up?
Hahahaha... silakan kalau mau ketawa ngakak. Ini emang tawaran di internet. Nggak peduli anda percaya atau tidak, yang pasti pemilik program ini mengaku sudah membayar membernya sebanyak US$ 55,320.00 Lagi-lagi: terserah mau percaya atau tidak.

Program ini bernama PROPTR dot net

proptr.net

Program yang ditawarkan sudah lumayan jadul, yakni paid to read (mail). Anda membaca email yang mereka kirim, dan dollar pun bakal mengalir ke kantong anda. Sistem pembayarannya pun fleksibel, anda bisa pakai check, paypal, egold, moneybookers, western union, alertpay dan liberty reserve.

Yakin membayar? wot eper lah!
Kalau mau iseng-iseng berhadiah, klik saja banner di atas atau klik situs proptr.

Ingat! Bonus US$ 2000 cuma berlaku buat 4000 member pertama. Daan... saat saya sign up jumlah member udah 3,791 anggota.

original post by anang, yb
Zemanta Pixie

Monday, July 28, 2008

Beranikah kamu mengukur perjalanan spiritualmu?

Statue erected to celebrate the inclusion of W...Image via WikipediaTiba-tiba saja kaki saya terayun ke kamar bermain di lantai dua. Di sana ada dua lemari kembar berisi kumpulan buku, saya menganggapnya sebagai perpustakaan. Entah mengapa, tangan saya terjulur dan selanjutnya kelima jari kanan saya tau-tau sudah menjepit buku berjudul "Perjalanan Spiritual" tulisan M.A.W. Brouwer. Buku ini adalah satu dari sepertiga koleksi buku saya yang masih bersegel rapat. Ya, jujur saja masih cukup banyak buku yang belum terbaca.

Mengapa jemari saya mendadak menarik buku bersampul kuning ini? Ah, nanti juga ketauan apa mauNya dengan memaksa saya membaca buku ini. Setidaknya saya meyakini ditanganNya tak ada istilah kebetulan.

Perjalanan spiritual? Ah, -jujur saja- frase itu begitu menakutkan untuk dijadikan bahan posting di blog ini! Andai boleh berkelit, saya akan lebih senang disuruh menjabarkan perjalanan karier saya. Gampang saja. Saya bisa mulai dari bulan Februari 1996 saat diwisuda, lantas mengembara di Jakarta menjadi karyawan perusahaan konsultan, hingga Agustus 2001 nekad menjadi orang rumahan: konsultan self employed.

Tapi tidak, topik yang musti saya tulis adalah perjalanan spiritual, bukannya perjalanan karier! Dari titik mana saya musti merangkai awal perjalanan? Dari lahir saat dituangi air suci? Atau diringkas saja sejak saya cukup tahu soal spiritualitas? Atau saat saya disadarkan bahwa menjadi pelayan Tuhan justeru mendatangkan berkah dan rejeki berlimpah? Ah, kawan. Saya belum cukup berani untuk menengok ke belakang merangkai kembali tahap perkembangan spiritualitas saya.

Akan tiba waktunya dimana saya akan merangkai kisah perjalanan spiritualitas saya. Laksana Jenderal yang masih berkuasa, saya belum siap untuk terlihat kecil dan penuh debu.

Namun setidaknya, ada pencapaian yang musti sesegera mungkin saya tuju dalam perjalanan spiritualitas ini.

Menjadi yang terkecil saat berada di depan
Menjadi terang saat semua lebih suka kegelapan
Lebih ingin memahami daripada dipahami
Mengasihi Tuhan dengan lebih sederhana
Mengasihi pasangan tanpa syarat
Mengasihi buah hati seperti melindungi biji mata


Beri aku kekukatan untuk menempuh perjalanan spiritual ini, dan membeberkannya di blog ini!

original post by anang, yb
Zemanta Pixie