Showing posts with label jesus. Show all posts
Showing posts with label jesus. Show all posts

Monday, August 04, 2008

Tiga Huruf yang membuatmu luluh...


Blogwalking adalah hari-hariku.
Menyambangi satu blog ke blog yang lain selalu membuatku bersemangat. Walau sekadar berbagi kata singkat: "apa kabar" atau "salam kenal"

Namun pagi ini hariku lebih bermakna tatkala seseorang yang tak ku kenal sebelumnya masuk yahoo messenger. Dia ingin mengobrol denganku, semata-mata terdorong oleh sapaanku di blognya.

Terima kasih kawan, katanya.

Untuk apa? jawabku.

Terima kasih atas sapaanku di blogku, katamu lagi.

Hmmm (aku mengingat-ingat kata apa yang telah kutulis untuknya. Otakku buntu. Aku selalu dan nyaris selalu menggunakan kata-kata yang itu-itu saja saat menulis komentar di blog orang lain).

Sekian lama aku ngeblog, baru kali ini ada yang menyapa sepertimu, katamu tanpa menunggu jawabanku.

(aku belum mengetik apa pun di kotak Yahoo messenger)

Thanks atas tiga huruf darimu: "GBU" aku menangis membacanya, kawan.

(aku pun menahan haru di batas mataku. Tak ada beban atau dorongan apa pun saat aku mengetikkan tiga huruf itu G-B-U di blognya. Semuanya spontan. Tapi berkat Tuhan mengalir darinya. Dari tiga huruf itu)

See you. Mungkin kamu sedang sibuk hingga tak membalas Yahoo messenger ini. Tapi , terima kasih karena tangan Tuhan Terulur lewat tanganmu. Bertahun-tahun aku jauh dariNya. Kering dan nyaris tanpa pegangan hidup. GBU juga untukmu. ...

(aku tersentak dan terus mencari blog sahabat baruku itu. Kuingin berucap: kan kubagikan tiga huruf itu sebanyak apa pun yang kumampu tulis!)

Bahkan Bunga Bakung pun mengajariku...



Seorang kawan bercerita dengan penuh suka cita.
Rejeki ku makin berlipat-lipat, serunya. Padahal sesungguhnya seluruh waktuku nyaris tanpa sisa untuk kehidupan menggereja. Adakah ini upah dariNya? tanya dia.

Ah, entahlah.

Namun bila seorang manusia selalu menyiapkan upah untuk pekerjanya, Selayaknya Tuhan pun pasti memikirkannya.

Menjadi pelayan Tuhan adalah mimpi sekaligus tekadku. Biarlah tuhan memilihku. Dan... aku tak kan bimbang atas berkurangnya waktuku. Biarlah Tuhan menyediakan segalanya untukku, sebab bunga bakung di padang pun tak pernah risau dan ragu atas pemeliharaanNya!